Langsung ke konten utama

KETIKA MALAM

Matahari yang perkasa malu-malu pergi,
tidak terburu-buru tapi berganti warna dibalik gunung nan jauh dibarat sana.
Kuning menjadi jingga, kemudian langit ufuk barat dibuatnya memerah,
beberapa saat kemudian, 
hitam gelap berbaris maju perlahan pasukan malam dari timur, 
seperti taburan kertas mengkilap hari ulang tahun, nampak kerlap kerlip berhamburan dilangit.

Semestaku dan semestamu, semesta orang lain juga tiba-tiba berhenti.
Keluarga merajuk manja diruang tamu,
anak perawan menanti pangerannya menjemput,
aku yang mengigil didepan laptop terus terbayang tugas kuliah yang belum selesai.

Ingin kupukul tembok didepanku, 
mungkin saja memancar keluar hikmat yang macet itu.
Secangkir kopi kubuat, sebagai alasan 5 menit melepas penat didapur istri. 
Semua kebahagiaan dunia ini, 
baginya adalah berada didapur dan membuat masakan enak untuk suaminya.
Tapi, untuk secangkir kopi, akulah ahlinya. 
Kopi dan malam, sama-sama gelap, 
malampun, manis karena bintangnya, manja karena kesendirianku dan sendu karena keheningannya
seperti kopi, ada manisnya gula, manjanya kopi tak mau segera diminum habis, sendunya kopi kalau ditemani petikan gitar lagu romantika kehidupan. 

Kehadiran secangkir malam disamping laptop, 
tak berhasil membuat otak ini encer.
Masa depan membuntuti, menggaruk-garuk pungggungku yang tak gatal, 
rese, masa lalupun ikut-ikutan menggaruk nostalgia.
Antara secangkir malam, petikan gitar, punggungku yang tak gatal dan nostagia,

Laptopku, membuka hati dan menerimaku apa adanya.
huruf dan kata, kalimat menjadi syair, 
terhanyut aku dimalam yang kaku ini,
kau kujadikan sahabat.

Ketika malam, terperangkap aku,
Ketika malam, aku menjadi aku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IMAN DAN TANDA (Matius 16:1-4)

Matthew 16:1-4   1 Kemudian datanglah orang-orang Farisi dan Saduki hendak mencobai Yesus. Mereka meminta supaya Ia memperlihatkan suatu tanda dari sorga kepada mereka.   2 Tetapi jawab Yesus: "Pada petang hari karena langit merah, kamu berkata: Hari akan cerah,   3 dan pada pagi hari, karena langit merah dan redup, kamu berkata: Hari buruk. Rupa langit kamu tahu membedakannya tetapi tanda-tanda zaman tidak.   4 Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus." Lalu Yesus meninggalkan mereka dan pergi. Iman vs Tanda Orang Saduki dan Orang Farisi adalah kaum terpelajar yang secara khusus mendalami hukum-hukum Yahudi. Mereka juga hidup dalam penantian yang pasti akan kehadiran Mesias. Mereka jugalah yang terus menghidupkan pengharapan akan kedatangan Mesias dalam kehidupan ibadah orang Yahudi.  Mereka hidup dalam meditasi dan perenungan iman Yahudi mereka. P...

PEMIMPIN TUKANG POS (Bagian 4 - Penutup)

Kepemimpinan Harun, Saul dan Pilatus menggambarkan gaya pemimpin yang menghindari tanggung jawab, dan dari kisah mereka, kita belajar hal-hal krusial yang wajib direnungkan oleh pemimpin masa kini. 5 Implikasi Kepemimpinan dari Harun, Saul, dan Pilatus 1. Kepemimpinan butuh keberanian moral, bukan hanya status - Jabatan tanpa keberanian untuk menegakkan nilai akan berujung pada kepemimpinan yang kosong dan mudah ditekan.  2. Ketidakjelasan posisi memperlemah integritas pemimpin - Ketika pemimpin enggan menunjukkan sikap dalam konflik, kepercayaan tim dan efektivitas organisasi menurun.  3. Kompromi demi kenyamanan bisa mengkhianati panggilan spiritual - Seperti Saul dan Pilatus, keputusan yang dibuat demi “ketenangan” bisa menyisakan jejak ketidakadilan dan kerusakan rohani.  4. Kepemimpinan pasif melahirkan kekacauan dan penyimpangan - Seperti Harun, ketidakaktifan dalam menegur atau menyaring kehendak massa bisa menghasilkan pelanggaran serius terhadap kehendak Tuhan....

PEMIMPIN TUKANG POS (Bagian 3)

Refleksi dari Harun, Saul, dan Pilatus memberi kita cermin yang tajam tentang tantangan kepemimpinan masa kini—baik dalam pelayanan, organisasi, maupun komunitas. Berikut beberapa implikasi penting yang bisa ditarik: 1. Kepemimpinan Tak Bisa Netral Secara Moral - Implikasi: Di era yang penuh opini, seorang pemimpin yang tidak bersuara justru memperkuat kebingungan dan ketidakadilan. "Netralitas" bukan solusi saat kebenaran dipertaruhkan. - Contoh masa kini: Ketika konflik muncul dalam tim, pemimpin dituntut untuk meluruskan dengan kejelasan nilai, bukan sekadar fasilitasi dialog. Berikut beberapa contoh pemimpin dalam sejarah Kekristenan yang tidak mengambil posisi netral secara moral Martin Luther – Reformasi Gereja (1517) - Konteks: Gereja Katolik saat itu menjual surat pengampunan dosa (indulgensi), yang dianggap menyimpang dari ajaran Alkitab. - Tindakan: Luther menempelkan 95 tesis di pintu gereja Wittenberg, menantang otoritas gereja dan menyerukan reformasi. - Keberani...