Langsung ke konten utama

MUJIZAT BAGI PEMBESAR

2 Raja-raja 5:9-14


A. HAMBA TUHAN IALAH SEORANG PEMBESAR ( Ay.9-10)

9 Kemudian datanglah Naaman dengan kudanya dan keretanya, lalu berhenti di depan pintu rumah Elisa. 10  Elisa menyuruh seorang suruhan kepadanya mengatakan: "Pergilah mandi tujuh kali dalam sungai Yordan, maka tubuhmu akan pulih kembali, sehingga engkau menjadi tahir."

Dalam kisah ini kita melihat siapa sesungguhnya Pembesar itu, orang yang memberi perintah atau orang yang menerima perintah?
Naaman dalam kebesarannya sebagai seorang Panglima Tentara dari Kerajaan yang sangat berkuasa saat itu, memasuki daerah Israel dengan harapan akan dihormati dengan perawatan dan pengobatan yang biasanya didapat oleh para pembesar.

Alih-alih mendapatkan perawatan ala salon kecantikan, Naaman disuruh pergi mandi ke sungai Yordan.

Yang lebih menyakitkan lagi, Elisa sang Nabi tidak memberikan perintah itu langsung kepada Naaman melainkan melalui seorang suruhan.

Tafsiran yang bertanggungjawab dari peristiwa diatas ialah

  1. Allah ingin menunjukkan kepada Naaman bahwa semua kebesaran dan pangkatnya tiada berarti dihadapan Allah.
  2. Mujizat Allah tidak dapat dibeli dengan materi atau kuasa apapun.
  3. Hamba Tuhan, bukanlah seorang yang dapat diperintah oleh manusia.
Kini marilah kita simak bersama :
Siapakah sesungguhnya pembesar dalam peristiwa ini, Naaman atau Elisa? 
Orang yang memberi perintah adalah seorang pembesar.

Syarat untuk menjadi pembesar (dihargai) dihadapan Allah ialah kerendahan hati dan ketaatan kepada Firman Allah. Selama seseorang bersikap rendah hati dihadapan Allah, hidup dalam ketaatan kepada Allah, maka Allah akan meninggikan dia. Sebaliknya, walaupun ia adalah seorang Nabi, Raja atau Rasul sekalipun, jika ia meninggikan hati dihadapan Tuhan maka, Allah akan merendahkan dirinya.

Apa yang dimaksud dengan rendah hati?

Pengertian yang paling sederhana dari rendah hati ialah tidak sombong karena kelebihan dan kemampuan yang dimiliki tetapi mengakui dihadapan Tuhan bahwa semua itu berasal (berkat) dari Tuhan. 



B. PEMBESAR YANG SOMBONG DIRENDAHKAN TUHAN (Ay.11-12)

11  Tetapi pergilah Naaman dengan gusar sambil berkata: "Aku sangka bahwa setidak-tidaknya ia datang ke luar dan berdiri memanggil nama TUHAN, Allahnya, lalu menggerak-gerakkan tangannya di atas tempat penyakit itu dan dengan demikian menyembuhkan penyakit kustaku!
12  Bukankah Abana dan Parpar, sungai-sungai Damsyik, lebih baik dari segala sungai di Israel? Bukankah aku dapat mandi di sana dan menjadi tahir?" Kemudian berpalinglah ia dan pergi dengan panas hati.

Seringkali kita menuntut lebih daripada apa yang telah disediakan Allah bagi kita. Kita menetapkan standart kepada Allah dalam menjawab doa-doa kita. Kita mengajukan semua perbuatan baik dan pelayanan kita terhadap keluarga,masyarakat dan gereja lalu menyuruh Tuhan mempertimbangkannya dan membalasnya dengan berkat-berkat. 

Sepintas kita membandingkan diri kita dengan Naaman. 
Okey Tuhan, saya tidak seperti Naaman, ia seorang yang tidak takut akan Tuhan. Ia menuntut-nuntut Tuhan. Tapi saya khan beda, Saya seorang yang taat kepada Firman Allah, setia kepada keluarga, setia terhadap pelayanan. 

Kita berbeda dengan Naaman dalam hal ini. Benarrr...

Tapi dalam hal motivasi, kita sama saja dengan Naaman. Kita merasa benar dihadapan Allah. Kebenaran versi kita ini membuat kita sombong.

Alih-alih mendapatkan apa yang kita inginkan, alih-alih diperlakukan sesuai standart kita, Allah menyuruh Naaman mandi disungai yang buruk dalam pandangannya. 

Kesombongan, pada akhirnya menyebabkan kekecewaan. 

Penyebab kesombongan yang pertama ialah 
  1. Direndahkan Allah.
  2. Mengecewakan diri sendiri. 

C. MUJIZAT TERJADI (Ay.13-14)

13  Tetapi pegawai-pegawainya datang mendekat serta berkata kepadanya: "Bapak, seandainya nabi itu menyuruh perkara yang sukar kepadamu, bukankah bapak akan melakukannya? Apalagi sekarang, ia hanya berkata kepadamu: Mandilah dan engkau akan menjadi tahir."
14  Maka turunlah ia membenamkan dirinya tujuh kali dalam sungai Yordan, sesuai dengan perkataan abdi Allah itu. Lalu pulihlah tubuhnya kembali seperti tubuh seorang anak dan ia menjadi tahir.

Kita patut bersyukur karena Kasih Allah kepada kita tidak ditentukan oleh seberapa baik kehidupan kita dihadapan-Nya.

Sikap Naaman yang menuntut, tentu saja mengecewakan, tetapi Allah yang mengasihi Naaman, bekerja lewat pegawai-pegawainya, menasehati dan mempengaruhi Naaman agar melakukan sesuai apa yang diperintahkan. 

Allah yang sama, juga mengasihi kita, bekerja dengan cara yang sama dalam hidup kita agar kita tetap mengalami kasih dan Mujizat-Nya.

Jika dirumuskan, bagaimana mujizat terhadap Naaman dapat terjadi?
  1. Naaman mengakui Kuasa Allah Israel dan menemui Elisa. Sudahkan kita mengakui Tuhan dalam kehidupan kita? 
  2. 5  Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.
  3. 6  Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.
  4. 7 ¶  Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan;
  5. (Amsal 3:5-7)
  6. Naaman merendahkan diri dan melakukan perintah Tuhan lewat Nabi Elisa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IMAN DAN TANDA (Matius 16:1-4)

Matthew 16:1-4   1 Kemudian datanglah orang-orang Farisi dan Saduki hendak mencobai Yesus. Mereka meminta supaya Ia memperlihatkan suatu tanda dari sorga kepada mereka.   2 Tetapi jawab Yesus: "Pada petang hari karena langit merah, kamu berkata: Hari akan cerah,   3 dan pada pagi hari, karena langit merah dan redup, kamu berkata: Hari buruk. Rupa langit kamu tahu membedakannya tetapi tanda-tanda zaman tidak.   4 Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus." Lalu Yesus meninggalkan mereka dan pergi. Iman vs Tanda Orang Saduki dan Orang Farisi adalah kaum terpelajar yang secara khusus mendalami hukum-hukum Yahudi. Mereka juga hidup dalam penantian yang pasti akan kehadiran Mesias. Mereka jugalah yang terus menghidupkan pengharapan akan kedatangan Mesias dalam kehidupan ibadah orang Yahudi.  Mereka hidup dalam meditasi dan perenungan iman Yahudi mereka. P...

PEMIMPIN TUKANG POS (Bagian 4 - Penutup)

Kepemimpinan Harun, Saul dan Pilatus menggambarkan gaya pemimpin yang menghindari tanggung jawab, dan dari kisah mereka, kita belajar hal-hal krusial yang wajib direnungkan oleh pemimpin masa kini. 5 Implikasi Kepemimpinan dari Harun, Saul, dan Pilatus 1. Kepemimpinan butuh keberanian moral, bukan hanya status - Jabatan tanpa keberanian untuk menegakkan nilai akan berujung pada kepemimpinan yang kosong dan mudah ditekan.  2. Ketidakjelasan posisi memperlemah integritas pemimpin - Ketika pemimpin enggan menunjukkan sikap dalam konflik, kepercayaan tim dan efektivitas organisasi menurun.  3. Kompromi demi kenyamanan bisa mengkhianati panggilan spiritual - Seperti Saul dan Pilatus, keputusan yang dibuat demi “ketenangan” bisa menyisakan jejak ketidakadilan dan kerusakan rohani.  4. Kepemimpinan pasif melahirkan kekacauan dan penyimpangan - Seperti Harun, ketidakaktifan dalam menegur atau menyaring kehendak massa bisa menghasilkan pelanggaran serius terhadap kehendak Tuhan....

PEMIMPIN TUKANG POS (Bagian 3)

Refleksi dari Harun, Saul, dan Pilatus memberi kita cermin yang tajam tentang tantangan kepemimpinan masa kini—baik dalam pelayanan, organisasi, maupun komunitas. Berikut beberapa implikasi penting yang bisa ditarik: 1. Kepemimpinan Tak Bisa Netral Secara Moral - Implikasi: Di era yang penuh opini, seorang pemimpin yang tidak bersuara justru memperkuat kebingungan dan ketidakadilan. "Netralitas" bukan solusi saat kebenaran dipertaruhkan. - Contoh masa kini: Ketika konflik muncul dalam tim, pemimpin dituntut untuk meluruskan dengan kejelasan nilai, bukan sekadar fasilitasi dialog. Berikut beberapa contoh pemimpin dalam sejarah Kekristenan yang tidak mengambil posisi netral secara moral Martin Luther – Reformasi Gereja (1517) - Konteks: Gereja Katolik saat itu menjual surat pengampunan dosa (indulgensi), yang dianggap menyimpang dari ajaran Alkitab. - Tindakan: Luther menempelkan 95 tesis di pintu gereja Wittenberg, menantang otoritas gereja dan menyerukan reformasi. - Keberani...