Langsung ke konten utama

ALLAH SANG PENCIPTA KEHIDUPAN

Kitab Kejadian memang bukanlah sebuah kitab yang mengungkapkan tentang awal dari segala sesuatu, namun Kitab ini dengan tegas melaporkan bahwa Allahlah yang menyebabkan kehidupan. Oleh karena itu, semua pertanyaan yang meragukan keberadaan dan asal dari sesuatu yang hidup di muka bumi ini, maka Alkitab dengan tegas dan lugas berkata Allahlah yang menyebabkan kehidupan.

Dari Pasal 1 kita menerima pelajaran-pelajaran penting tentang Allah dan penciptaan. Setidaknya ada 7 pesan hikmat dari pasal 1.

Pesan Hikmat Kitab Kejadian 1.

1. Tuhan yang memulai kehidupan.

Dasar dari ilmu pengetahuan ialah pertanyaan-pertanyaan ilmiah yang terangkum didalam 2 kata yaitu sebab-akibat. Teori tentang ledakan dasyat jutaan tahun lalu yang menyebabkan kehidupan adalah teori yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Fakta dalam kitab Kejadian 1 adalah sebuah fakta iman yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah bahwa Allahlah penyebab kehidupan. Kehidupan diakibatkan oleh Allah.

2. Tuhan yang menciptakan cahaya.

Pemandangan alam terindah ialah pemandangan matahari terbit dan matahari tenggelam. Tak heran para wisatawan mengunjungi daerah-daerah wisata seperti Angkor Wat di Kamboja hanya untuk menikmati pemandangan alam ini. Tak ada satu pun karya Allah yang kurang indah jika kita mau mensyukurinya.

3. Tuhan menciptakan tempat hidup untuk mahkluk hidup dan setelah itu Ia menciptakan mahkluk hidup.

Salah satu bukti pemeliharaan Tuhan dinyatakan kitab Kejadian 1 bahwa Allah memikirkan kelangsungan hidup ciptaanNya. Pemeliharaan Allah bersifat sempurna karena Ia sempurna, Ia takan pernah gagal menyelesaikan atau melaksanakan apa yang dijanjikanNya.

4. Tuhan menciptakan hal yang baik dan sangat baik.

Unik memang Kitab Kejadian 1 ini. Betapa tidak, dilaporkannya bahwa setiap kali Allah menyelesaikan penciptaanNya, Allah kemudian melihat dan memperhatikan ciptaan itu. Dengan bahasa manusia Kitab Kejadian memberi gambaran tentang Allah sebagai sang Great Creator. Ia tidak menciptakan sesuatu yang asal jadi. Ia menyelesaikannya dengan baik dan sempurna.

5. Kehidupan berkembang atas perintah Tuhan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IMAN DAN TANDA (Matius 16:1-4)

Matthew 16:1-4   1 Kemudian datanglah orang-orang Farisi dan Saduki hendak mencobai Yesus. Mereka meminta supaya Ia memperlihatkan suatu tanda dari sorga kepada mereka.   2 Tetapi jawab Yesus: "Pada petang hari karena langit merah, kamu berkata: Hari akan cerah,   3 dan pada pagi hari, karena langit merah dan redup, kamu berkata: Hari buruk. Rupa langit kamu tahu membedakannya tetapi tanda-tanda zaman tidak.   4 Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus." Lalu Yesus meninggalkan mereka dan pergi. Iman vs Tanda Orang Saduki dan Orang Farisi adalah kaum terpelajar yang secara khusus mendalami hukum-hukum Yahudi. Mereka juga hidup dalam penantian yang pasti akan kehadiran Mesias. Mereka jugalah yang terus menghidupkan pengharapan akan kedatangan Mesias dalam kehidupan ibadah orang Yahudi.  Mereka hidup dalam meditasi dan perenungan iman Yahudi mereka. P...

SYARAT MENJADI GEMBALA

Yohanes 21:15-19 Menyimak perbincangan Yesus Kristus dengan Simon Petrus dalam bacaan hari ini, kita akan belajar beberapa prinsip dalam pelayanan penggembalaan. Setidaknya ada tiga syarat penggembalaan yang tersirat dari perbincangan diatas. Baiklah kita lihat ketiga syarat tersebut secara terperinci. A. MENGALAMI KASIH ALLAH (Ay.15) 15 Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." Pertanyaan pertama bukanlah sebuah pertanyaan retorika, bukanlah pula sebuah pertanyaan ujian atau uji coba. Beberapa hal yang melatarbelakangi  pertanyaan tersebut ialah 1. Kedaulatan Pilihan Allah terhadap Simon Petrus. Dalam Matius 16:16-19  Allah memilih Simon Petrus untuk memperkenalkan Yesus sebagai Mesias. Didalam dan diatas pengakuan in...

PEMIMPIN TUKANG POS (Bagian 4 - Penutup)

Kepemimpinan Harun, Saul dan Pilatus menggambarkan gaya pemimpin yang menghindari tanggung jawab, dan dari kisah mereka, kita belajar hal-hal krusial yang wajib direnungkan oleh pemimpin masa kini. 5 Implikasi Kepemimpinan dari Harun, Saul, dan Pilatus 1. Kepemimpinan butuh keberanian moral, bukan hanya status - Jabatan tanpa keberanian untuk menegakkan nilai akan berujung pada kepemimpinan yang kosong dan mudah ditekan.  2. Ketidakjelasan posisi memperlemah integritas pemimpin - Ketika pemimpin enggan menunjukkan sikap dalam konflik, kepercayaan tim dan efektivitas organisasi menurun.  3. Kompromi demi kenyamanan bisa mengkhianati panggilan spiritual - Seperti Saul dan Pilatus, keputusan yang dibuat demi “ketenangan” bisa menyisakan jejak ketidakadilan dan kerusakan rohani.  4. Kepemimpinan pasif melahirkan kekacauan dan penyimpangan - Seperti Harun, ketidakaktifan dalam menegur atau menyaring kehendak massa bisa menghasilkan pelanggaran serius terhadap kehendak Tuhan....