Langsung ke konten utama

YOSUA VS YERIKO


Ketaatan adalah kunci keberhasilan.

Taat kepada pemimpin
Taat kepada instruksi
Taat kepada aturan

 

Ketaatan tertinggi kita adalah kepada Firman Tuhan.

Beberapa Alasan mengapa kita harus taat kepada Firman Tuhan ialah

1. Tuhanlah pencipta dan penguasa kehidupan ini. Ia berkuasa atas waktu. Dan atas segala sesuatu yang hidup didalamnya. Ia sendiri tidak berada/dibatasi oleh waktu. Tuhan tidak dilahirkan dan Tuhan tidak mati, Ia berkuasa atas maut. Ialah Alfa dan Omega artinya Ia yang mengawali segala sesuatu dan mengakhirinya.
Ia berkuasa atas masa depan karena Ia sendiri melampaui masa depan. Ia yang menciptakan manusia dan membentuk hati mereka karena itu hanya Tuhan yang berkuasa mengubah hati manusia.

2. Kehendak dan rancangan Allah adalah baik adanya. Karena Hakekat Allah adalah kasih. Tak ada keburukan atau kejahatan yang berasal dari Allah. Ia juga pribadi yang sempurna dan tak pernah gagal dalam kesempurnaanNya. Tak ada yang dapat menyamai Allah.

3. Allah mengasihi manusia. Tak pernah dalam sejarah manusia, Allah membenci manusia, ciptaan yang serupa dan segambar dengan Dia. Allah membenci dosa? Benar! Allah membenci manusia? Tidak benar!

Jadi! Jikalau Ia berfirman dan memerintah serta meminta kita untuk taat, jikalau Ia berjanji dan meminta kita untuk percaya,
Tak ada alasan sama sekali bagi kita untuk tidak mentaati dan meragukan FirmanNya.
Karena Allah memenuhi semua persyaratan yang dibutuhkan seseorang untuk bisa dipercaya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IMAN DAN TANDA (Matius 16:1-4)

Matthew 16:1-4   1 Kemudian datanglah orang-orang Farisi dan Saduki hendak mencobai Yesus. Mereka meminta supaya Ia memperlihatkan suatu tanda dari sorga kepada mereka.   2 Tetapi jawab Yesus: "Pada petang hari karena langit merah, kamu berkata: Hari akan cerah,   3 dan pada pagi hari, karena langit merah dan redup, kamu berkata: Hari buruk. Rupa langit kamu tahu membedakannya tetapi tanda-tanda zaman tidak.   4 Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus." Lalu Yesus meninggalkan mereka dan pergi. Iman vs Tanda Orang Saduki dan Orang Farisi adalah kaum terpelajar yang secara khusus mendalami hukum-hukum Yahudi. Mereka juga hidup dalam penantian yang pasti akan kehadiran Mesias. Mereka jugalah yang terus menghidupkan pengharapan akan kedatangan Mesias dalam kehidupan ibadah orang Yahudi.  Mereka hidup dalam meditasi dan perenungan iman Yahudi mereka. P...

SYARAT MENJADI GEMBALA

Yohanes 21:15-19 Menyimak perbincangan Yesus Kristus dengan Simon Petrus dalam bacaan hari ini, kita akan belajar beberapa prinsip dalam pelayanan penggembalaan. Setidaknya ada tiga syarat penggembalaan yang tersirat dari perbincangan diatas. Baiklah kita lihat ketiga syarat tersebut secara terperinci. A. MENGALAMI KASIH ALLAH (Ay.15) 15 Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." Pertanyaan pertama bukanlah sebuah pertanyaan retorika, bukanlah pula sebuah pertanyaan ujian atau uji coba. Beberapa hal yang melatarbelakangi  pertanyaan tersebut ialah 1. Kedaulatan Pilihan Allah terhadap Simon Petrus. Dalam Matius 16:16-19  Allah memilih Simon Petrus untuk memperkenalkan Yesus sebagai Mesias. Didalam dan diatas pengakuan in...

PEMIMPIN TUKANG POS (Bagian 4 - Penutup)

Kepemimpinan Harun, Saul dan Pilatus menggambarkan gaya pemimpin yang menghindari tanggung jawab, dan dari kisah mereka, kita belajar hal-hal krusial yang wajib direnungkan oleh pemimpin masa kini. 5 Implikasi Kepemimpinan dari Harun, Saul, dan Pilatus 1. Kepemimpinan butuh keberanian moral, bukan hanya status - Jabatan tanpa keberanian untuk menegakkan nilai akan berujung pada kepemimpinan yang kosong dan mudah ditekan.  2. Ketidakjelasan posisi memperlemah integritas pemimpin - Ketika pemimpin enggan menunjukkan sikap dalam konflik, kepercayaan tim dan efektivitas organisasi menurun.  3. Kompromi demi kenyamanan bisa mengkhianati panggilan spiritual - Seperti Saul dan Pilatus, keputusan yang dibuat demi “ketenangan” bisa menyisakan jejak ketidakadilan dan kerusakan rohani.  4. Kepemimpinan pasif melahirkan kekacauan dan penyimpangan - Seperti Harun, ketidakaktifan dalam menegur atau menyaring kehendak massa bisa menghasilkan pelanggaran serius terhadap kehendak Tuhan....